jam

Minggu, 23 Juli 2017

Fraud akuntansi dan Pelaporan Keuangan


                Skandal Fraud tidak hanya terjadi pada enron dan KAP Anderson tetapi juga terjadi pada perusahaan Lain seperti :
·         Microstrategy,Inc Amerika serikat tahun 2000, KAP PricewaterhouseCoopers,Modusnya mencatat penghasilan sebelum kontrak ditandatangani,atau mencatat upfront fee sebagai pendapatan.
·         Computer Associates,Inc, KAP KPMG. CA secara rutin menjaga pembukuannya terbuka untuk memasukkan penghasilan triwulan dari kontrak yang akan dieksekusi pada triwulan yang akan datang.
·         Xerox Corp Amerika serikat, KAP KPMG . Xerox memalsukan hasil finansila selama tahun 1997-200 dengan menggunakan beberapa manuver akuntansi yang terkenal adalah pengakuan penghasilan dari sewa guna mesin xerox. Xerox mencatat penghasilan seluruhnya pada periode kontrak ditandatangani bukan sepanjang masa sewa.
·         Adelphia comunication Tahun 2002 KAP Deloitte &Touche . Adelphia Kolaps bangkrut pada tahun 2002 setelah memuat dan mengumumkan utanf USD 2,3 Miliar diluar neraca (Off-balance-Sheet)
·         Kmart Copr tahun 2002 KAP PWC. Tidak mengungkapkan alasan pembelian persediaan berlebihan pada musim panas 2001 yang berdampak pada likuiditas perusahaan.
·         Permalat SpA Italia tahun 2003 KAP Deloitte & Touche . Tahun 1997 Permalat lompat ke pasar uang ,membiayai beberapa akuisisi internasional dengan utang. Tapi tahun 2001 banyak divisi merugi, dan pembiayaan permalat berubah besar menggunakan derivarif, dengan tujuan menyembunyikan kerugian dan utangnya. Februari 2003 CFO, Fausto Tonna tanpa disangka mengumumkan obligasi baru 500 Juta euro yang mengejutkan pasar dan CEO.Bank of America sebagai banknya permalat melaporkan dokumen 3,95 miliar direkening Bonlat’s sebagai palsu (Forgery).

Standar profesi auditor intern ( the international professional practice framework atau IPPF) dari the Institute of internal Audit, auditor intern diharuskan:
1.       Memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengavaluasi risiko fraud ,tetapi auditor intern tidak dapat diharapkan memiliki keahlian seperti orang yang memiliki tanggung jawab utama mendeteksi dan menginvestigasi Fraud.
2.       Melaksanakan kecermatan due profesional care yaitu kecermatand an keahlian yang diharapkan ada pada auditor yang kompeten dan hati-hati untuk memperhatikan probabilitas adanya fraud.
3.       Memasukkan probabilitas adanya fraud ,kekeliruan yang signifikan ,ketidakpatuhan dan ekposur yang lain dalam menyusun tujuan penugasan.
4.       Mengevaluasi keefektifan dan harus berkontribusi untuk memperbaiki proses manajemen risiko termasuk mengevaluasi potensi keterjadian fraud dan bagaimana organisasi mengelola risiko fraud tersebut.

Manajemen dengansegala cara menginginkan kinerjanya dinilai baik,kondisi tidak sehat seringkali ditutupi oleh manajemen dengan menampilakan atau melaporkan kinerja keuangan tetap baik. Akibat kondisi seperti itulah manajemen biasanya berkolusi dengan akuntan agar kinerjanya tetap dinilai baik dimata investor, pemilik atau pihak kepentingan lainnya sehingga melakukan Financial Number Game (Permainan angka yang akan membawa pembaca laporan keuangan menilai laporan keuangannya baik.
                Jenis –jenis financial number game dan definisinya:
A.      Fraud laporan keuangan (fraudelent financial reporting): penyajian keliru (misstatement) yang disengaja atau penyembunyian (omnmision) atas suatu angka atau pengungkapan didalam laporan keuangan yang bertujuan memperdaya pengguna keuangan.
Sebabnya :
·         Mendorong investasi melalui pelepasan saham atau memikat investor untuk membelis saham dengan harga premium.
·         Menunjukan EPS
·         Menutupi ketidak mempuan menghasilkan kas yang baik
·         Menghilangkan perpektif negatif oraganisasi dan memenuhi harapan pasar
·         Borrowing cost effect : mendapatkan pembiayaan.
B.      Earning management : Manipulasi laba secara aktif untuk suatu target yang sudah ditentukan sebelumnya untuk suatu proyeksi keuangan yang sudah dibuat, atau untuk mendapatkan suatu angka yang konsisten dengan arus dan trend laba yang tidak fluktuatif dan lebih berkelanjutan.
C.      Aggressive Accounting : Pemilihan dan penerapan prinsip akuntansi yang bertujuan agar laba tahun berjalan lebih tinggi terlepas apakah praktik tersebut sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umu atau tidak.
D.      Income smoothing : suatu bentuk earning management yang didesain untuk  menghuilangkan aliran laba yang fluktuatif,termasuk cara-cara untuk mereduksi dan menyimpan laba pada saat kinerja keuangan sedang membaik agar laba tersebut bisa dimanfaatkan pada saat  kinerja keuangan sedang menurun.
E.       Creative accounting :setiap langkah yang digunakan untuk memainkan angka-angka laporan keuangan yang mencakup aggresive accounting, fraudelent financial reporting,income smoothing dan earning management.
F.       Financial shenigans :tindakan bertujuan mendistorsi kinerja dan kondisi keuangan perusahaan :
·   Mencatat penghasilan tertalu segera
·   Mencatat penghasilan palsu
·   Memperbesar pendapatan denganlaba sesaat
·   Menggeser beban tahun berjalan ke periode sesudah atau sebelumnya
·   Tidak mengungkapkan liabilitas secara cukup
·   Menggeser pendapatan tahun berjalan ke periode sesudahnya
·   Menggeser beban yang ditangguhkan ke periode tahun berjalan.
G.     Window Dressing : suatu perbuatan  atau kejadian Yang membuat seolah-oalah sesuatu nampak atraktif.



Sumber : Pranata, Diaz.Fraud Auditing & Investigation.Mitra Wacana Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar