Harvard
Universitas bertaraf internasional Memakai metode Mahasiswa yang berhasil
adalah mampu mengimplementasikan ide,dan menyelesaikan masalah. bukan Mahasiswa
yang mengetahui formula dan konsep. Pembelajaran dengan experiance. Gaya dan seni mengajar tidak
tepat justru membuat suasana kelas menjadi tidak kondusif. Di universitas
Harvard, seorang dosen selalu melakukan inovasi mengajar untuk membuat suasana
kelas menjadi kondusif. Harvard University memberikan sebuah gambaran bahwa
dalam mengajar, seorang dosen tidak boleh membebani mahasiswa, akan tetapi
harus membebaskannya .
·
simulasi
adalah bermain peran (role playing). Dramatisasi menitikberatkan pada pengingatan masa silam yang
dimungkinkan akan terjadi masa datang atau peristiwa aktual dan bermakna kehidupan
sekarang.
·
Diskusi
·
pembelajaran berbasis masalah berguna membangun
mental masiswa dalam menghadapi berbagai persoalan di kehidupannya
Sistem
pendidikan dan pola pengajaran yang ideal adalah yang melibatkan langsung siswa
kealam nyata, berinteraksi dengan masyarakat, dan berusaha berkontribusi bagi
masyarakat. Pembelajaran kontekstual memiliki landasan filosofis
konstrutivisme, yang mana proses belajar mengajar tidak hanya menitikberatkan
pada proses hafalan, tetapi juga membangun pengetahuan dan keterampilan baru
melalui fakta atau proposisi yang dialami dalam kehidupan nyata. Hakikat
konstruktivisme adalah siswa mampu membangun atau merekonstruksi pemahaman
dengan cara menimba pengalaman baru berdasarkan pengetahuan yang diperoleh
melalui proses interaksi sosial dan asimilasi-akomodasi. Implikasi dari metode
kontekstual adalah konstruksi pembelajaran harus mengarah pada
konstrukstivisme, bukan menerima pengetahuan dari guru.
referensi
https://ridhodanbukunya.wordpress.com/2014/02/21/inspirasi-mengajar-ala-harvard-university/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar